KRONOLOGI KEMATIAN HIU PAUS (Rhincodon typus)

Rabu, 25 September 2019, ditemukan Hiu Paus yang terdampar di pantai Wanggar, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire. Berdasarkan informasi dari masyarakat, Doli, Waitu dan Paulus, mereka melihat Hiu Paus pukul 05.00 WIT (Subuh) bermain dan makan di sekitar pantai Wanggar. Hiu Paus tersebut mengejar sekumpulan Ikan Puri Nasi ( Stokphorus spp.). Pukul 09.00 WIT hiu paus tersebut sudah ditemukan terdampar di pinggir pantai. namun masih bernapas. Hiu Paus itu  kesulitan untuk kembali ke arah pantai Mereka berusaha untuk menyelamatkan hiu paus agar kembali ke laut, namun kerena air laut surut jauh serta jumlah orang yang sedikit, mereka tidak berhasil dan membiarkan hiu paus itu terdampar.

Petugas dari Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Nabire baru mendapatkan laporan dari Kepala Distrik Yaur pukul 09.05 WIT bahwa ada Hiu Paus yang terdampar.  Saat tim tiba di lokasi, pukul 11.20 WIT, hiu paus sudah dalam keadaan mati. Dari mulutnya banyak muntahan ikan puri nasi, sebagian muntahan tersebut sudah diambil masyarakat dan sisanya terbawa ombak.

Di lokasi, Tim melakukan identifikasi (foto ID) dengan data sebagai berikut :

Jenis kelamin hiu paus: jantan

Panjang Badan            : 600 cm

Lebar Kepala               : 175 cm

Lebar Mulut                : 90 cm

Panjang Sirip Depan   : 112 cm

Panjang Sirip Atas      : 63 cm

Lebar Sirip Atas         : 50 cm

Panjang Ekor              : 150 cm

Lebar Ekor                  : 157 cm

            Informasi dari warga, di tubuh hiu paus masih terdapat tagging. Namun saat tim tiba di lokasi tagging tersebut sudah tidak ada dan setelah ditanyakan ke masyarakat, sudah ada warga yang mengamankan dan mengantarkan tagging tersebut ke Bram Maruanaya (Kalilemon Resort). Hasil foto ID dan alat tagging yang ditemukan teridentifikasi individu dengan Nomor ID 107 dengan nama “Siti” dan nomor alat tagging yaitu No. 173195 yang dipasang pada 14 Agustus 2018 oleh CI Indonesia. Sampai siaran pers ini diturunkan, tim masih melakukan visum untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Tinggalkan Balasan