Site icon TELUK CENDERAWASIH NATIONAL PARK

Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Dorng Pengembangan Produk Biospropeksi di TNTC

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) menerima kunjungan Kasubdit Pemanfaatan Spesies dan Genetik, Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Direktorat Jenderal KSDAE dalam rangka rapat koordinasi pengembangan biosprospeksi di Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), di Kantor BBTNTC, 9/9/2026. Kegiatan yang berlangsung tersebut dibuka oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, A. G. Martana, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta harapan adanya dukungan dari Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik untuk meningkatkan pengembangan biosprospeksi di wilayah TNTC. Dalam arahannya, Kasubdit Pemanfaatan Spesies dan Genetik, Teguh Setiawan menekankan bahwa pengembangan biosprospeksi tidak hanya berfokus pada inventarisasi, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan nilai komparatif dan fungsi produk, dengan tetap menyeimbangkan aspek pemanfaatan dan pengawetan.

Rapat dilanjutkan dengan pemaparan tim BBTNTC mengenai kegiatan biosprospeksi yang telah dikerjasamakan dengan Universitas Papua (UNIPA), termasuk pemanfaatan biota laut seperti anggur laut, serta roadmap pengembangan biosprospeksi BBTNTC untuk lima tahun ke depan. Pemaparan juga mencakup hasil monitoring Hiu Paus dan Burung Junai Emas serta potensi TNTC sebagai kawasan yang dikenal sebagai “Home of Whale Shark”. Dalam sesi diskusi, Kasubdit Pemanfaatan Spesies dan Genetik memberikan arahan agar BBTNTC menentukan satu komoditas unggulan sebagai fokus pengembangan sehingga waktu dan anggaran dapat digunakan secara lebih efektif. Ditargetkan dalam dua tahun ke depan komoditas tersebut telah dapat dikembangkan menjadi produk, dengan pengembangan jangka pendek diarahkan pada produk makanan dan jangka panjang pada produk obat-obatan atau skincare. Koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menentukan fokus komoditas serta mempercepat pengembangan biosprospeksi di TNTC secara terarah dan berkelanjutan.

Exit mobile version