Artikel | Publikasi

Semangat Penyuluh Kehutanan Mengabdi di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan berat yang dihadapi semua bangsa, termasuk Indonesia. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan akibat wabah virus corona, tetap tak menyurutkan semangat Penyuluh Kehutanan dalam mengabdi kepada masyarakat. Pada 7-9 Juli 2021, bertempat di Kampung Kaprus, Kabupaten Teluk wondama. Saya berkesempatan melakukan  penyuluhan  kepada  27 orang anak-anak Sekolah Dasar dan beberapa ibu rumah tangga disekitar kawasan TNTC.

Dalam keadaan pandemi, saya tetap menerapkan protokol kesehatan demi kelancaran dan kesehatan kita semua.

Dengan metode diskusi kelompok, saya mengajak untuk berkenalan dengan lima spesies prioritas yang dilindungi di Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Mereka sangat tahu nama-nama kelima spesies tersebut, namun tidak seluruh peserta pernah melihat secara langsung. Seperti Hiu paus atau yang biasa mereka sebut sebagai Gurano Bintang, salah satu hewan yang belum pernah mereka lihat secara langsung, karena kampung Kaprus bukan merupakan daerah persebaran hiu paus. Beda dengan kima, penyu, lumba-lumba  dan dugong, mereka pastinya sudah biasa menjumpainya.

Mereka belum terlalu paham bagaimana pola hidup hewan tersebut, serta alasan mengapa spesies tersebut dilindungi. Diskusi kami berkembang kearah bagaimana cara untuk melindungi kelima spesies prioritas tersebut. Saya memberikan brosur dan leaflet yang berisi informasi dan gambar menarik terkait kelima spesies prioritas tersebut, agar dapat dibaca dan diberikan kepada teman yang lain, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kelima spesies prioritas TNTC.

Selesai bersama anak-anak SD tadi, selanjutnya, saya melakukan anjangsana kepada beberapa ibu-ibu rumah tangga di sekitar kawasan, bahasa sehari-hari ibu kami panggil dengan “mama”. Dalam kesempatan tersebut saya mengajak mama-mama untuk mengolah ikan-ikan hasil tangkapan menjadi berbagai olahan menarik yang bernilai jual, terutama ikan-ikan berlebih yang belum laku terjual. Saya mengharapkan terciptanya peluang usaha ekonomi produktif ditengah pandemi.

Oleh : Friska Gressia Sianturi, S.Hut / Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *