SOSIALISASI PEMULIHAN EKOSISTEM DI SEKOLAH DASAR

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang merupakan salah satu unit pelaksana Direktorat Jenderal KSDAE, mulai menggagas kegiatan pendidikan konservasi melalui kegiatan sosialisasi pemulihan ekosistem dimana targetnya adalah para siswa sekolah yang berada di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Kegiatan sosialisasi pemulihan ekosistem dilakukan di SD Negeri 4 Sanggeng. Kegiatan sosialisasi kali ini tidak hanya dilaksanakan oleh staf Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, namun juga oleh peserta Green Leadership Indonesia batch 2. Pendidikan Green Leadership Indonesia sudah memasuki tahun keduanya. Berangkat dari bencana ekologis yang terus terjadi dari waktu ke waktu, muncul kesadaran bahwa perubahan iklim disebabkan oleh ulah manusia dan perlu diatasi. Institut Hijau Indonesia (IHI) , Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) serta Perkumpulan untuk Pembaruan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HUMA) berinisiatif membentuk kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif lingkungan hidup. Sebagai bentuk aktualisasi dari program pendidikan Green Leadership Indonesia, maka peserta berinisiatif untuk ikut serta dalam kegiatan sosialisasi pemulihan ekosistem. Materi yang dibawakan lebih banyak berbicara tentang sampah yaitu jenis, dampak dan cara penanganannya. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak dan sesekali diselingi dengan games dan diskusi ringan.

Pengenalan Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Mengenalkan alam dan lingkungan, mengajarkan apa yang ada di dalamnya, mendidik siswa untuk mencintai dan menanamkan kesadaran untuk menjadi manusia yang bertanggungjawab terhadap alam dan lingkungannya merupakan proses yang harus ditempuh secara bertahap. Pentingnya pendidikan lingkungan hidup dan pemulihan ekosistem yakni untuk hidup yang berkelanjutan, sehingga pendidikan lingkungan hidup harus di terapkan di masyarakat sejak usia dini. Siswa harus diajak dan diperkenalkan serta memahami kondisi alam dan masalahnya saat ini. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa di SD Negeri 4 Sanggeng diberikan pendidikan konservasi dengan mengajarkan terkait dengan Ekosistem, tumbuhan dan satwa liar dan pengelolaan sampah. Diawali dengan pengenalan terkait keberadaan serta tugas dari Taman Tasional Teluk Cenderawasih. Materi disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi. Pengenalan ekosistem, tumbuhan dan satwa liar diajarkan melalui materi ekosistem mana yang cocok sesuai dengan modul pembelajaran yang digunakan, dari pembelajaran ini para siswa memahami konsep keanekaragaman hayati, makhluk hidup yang dapat ditemukan pada setiap ekosistem (ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang), memahami fungsi setiap ekosistem dan dampak dari kerusakan masing-masing ekositem. Sedangkan materi pengelolaan sampah, para siswa dapat memilah sampah organik dan anorganik, waktu yang dibutuhkan untuk penguraian sampah, dampak yang ditimbulkan oleh sampah dan cara yang baik untuk mengelola sampah.

Antusiasme para siswa dalam mengikuti sosialisasi

Antusiasme para siswa selama kegiatan sangat terlihat dengan keaktifan para siswa disetiap materi yang dibawakan, para siswa dapat menjawab setiap pertanyaan diberikan meskipun diawal pengenalan mereka belum memahami apa yang dinamakan konservasi, taman nasional maupun ekosistem, namun seiring kegiatan pembelajaran berlangsung para siswa sudah mulai mengetahui dan memahami hal tersebut. Untuk memulai menerapkan kepedulian terhadap lingkungan, Tim memberikan hadiah tumbler kepada para siswa untuk mengurangi penggunaan sampah botol plastik bekas. Ketika para siswa sudah memahami tentang pentingnya lingkungan alam sekitar dapat dipastikan mereka ikut berpartisipan menjaga kelestariannya meski hanya melalui hal-hal kecil. Membantu menginformasikan kepada orang-orang terdekat seperti orang tua, saudara, teman dan tetangga sekitar sangat bermanfaat untuk keberlangsungan lingkungan kedepannya. Di akhir kegiatan, 10 orang yang dapat menjawab pertanyan terkait materi yang sudah disampaikan diberikan bingkisan khusus.

Kegiatan sosialisasi ini sangat penting mengingat keberadaan ekosistem dan TSL di Taman Nasional Teluk Cenderawasih memberikan manfaat secara ekologi maupun ekonomi bagi masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan. Ada banyak masyarakat yang memanfaatkan keanekaragaman hayati seperti TSL sebagai pekerjaan utama mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Cara masyarakat memanfaatkan TSL dapat menentukan kelestarian sumber daya tersebut. Hal ini menjadi perhatian bagi Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan menjadi penting untuk dilakukan kegiatan penyadartahuan kepada masyarakat. Harapannya dengan adanya sosialisasi ini kelestarian ekosistem dan TSL dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dapat lestari dan masyarakat tidak khawatir akan kehilangan pekerjaannya dan sumber untuk mendapatkan makanan dari alam.

Oleh : Krisensia Yayuk Mangguali, S.Hut/Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.