
Pergerakan “Siti” terpantau oleh satelit Argos sampai dengan tanggal 21 Maret 2019. Walaupun terdapat bias pada pantauan satelit, terlihat pergerakan Siti hampir sepanjang tahun berada di Perairan Kwatisore dan sesekali terlihat di sekitar Perairan Waropen.
Siti adalah nama yang disematkan secara resmi kepada Hiu Paus (Rhincodon typus) berukuran 5,60 meter pada tanggal 14 Agustus 2018. Siti mendapatkan tag satelitnya di Kwatisore, TNTC, secara resmi oleh staf Balai Besar TNTC dan staf Conservation International (CI) serta dikawal langsung oleh Kepala Balai Besar TNTC, Ben Gurion Saroy.
Pemasangan alat penanda tersebut merupakan program konservasi dari CI bernama elasmobranch. Penanda ini adalah bantuan kepada pemerintah sebagai upaya pelestarian hiu paus serta pengembangan ekowisata hiu paus di Indonesia. Hal tersebut mendukung upaya Balai Besar TNTC yang saat ini tengah membangun role model ekowisata hiu paus berbasis masyarakat adat Papua.
Saat ini, Balai Besar TNTC bersama dengan Universitas Negeri Papua dan WWF telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman Pembangunan Pusat Pengelolaan Hiu Paus (Whale Shark Center) dan rencananya akan dilanjutkan dengan kerjasama yang akan diarahkan pada 3 aspek kunci yaitu, Riset, Konservasi, dan Edukasi.
