Menjaga Taman Nasional Teluk Cenderawasih Melalui Patroli Rutin SPTN III Aisandami.
Hamparan perairan Taman Nasional Teluk Cenderawasih kembali menjadi jalur patroli SPTN III Aisandami, 22–26 September 2026. Selama lima hari, tim menyisir perairan dan kampung-kampung pesisir mulai dari Kampung Ambumi, Iriati, Rasiey, Sariay, Aisandami, Sobey, Dotir, Isui, Pelabuhan Sewandaimuni hingga Muara Wosimi. Di tengah cuaca yang beberapa kali kurang bersahabat, patroli tetap berjalan untuk memastikan kondisi kawasan tetap terpantau. Salah satu temuan di Pulau Yerenusi, di mana tim menemukan sejumlah area bekas kebakaran yang ditandai vegetasi hangus, tanah menghitam, dan sisa-sisa tumbuhan terbakar dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Seluruh temuan tersebut didokumentasikan dan dipetakan melalui pengambilan titik koordinat sebagai bahan pemantauan lanjutan.
Patroli juga menjadi momentum memperkuat komunikasi dengan masyarakat pesisir yang memanfaatkan zona tradisional Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Tim menjumpai nelayan lokal yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan berupa nilon dan kail, sekaligus memberikan sosialisasi mengenai sistem zonasi pengelolaan kawasan konservasi. Selain itu, pemantauan sumber air di Kampung Sariay dan Kampung Aisandami menunjukkan sebagian besar sumber air mengalami penurunan debit akibat musim kemarau. Dari sisi keanekaragaman hayati, tim mencatat keberadaan 14 ekor lumba-lumba di sekitar Pulau Pinau, tiga ekor Julang Papua, 17 ekor Dara Laut Jambul, serta beberapa satwa pesisir lainnya seperti dara laut, kuntul besar, dan kuntul karang. Rangkaian patroli ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat di wilayah SPTN III Aisandami.

