SMART Patrol Bersama MMP Perkuat Pengawasan Perairan SPTN Wilayah II Napan Yaur

SMART Patrol bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di kawasan perairan SPTN Wilayah II Napan Yaur berlangsung selama lima hari, 10–14 Maret 2026. Tim memulai kegiatan dengan keberangkatan dari Nabire menuju Kampung Napan Yaur menggunakan speedboat dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan briefing untuk membahas teknis pelaksanaan patroli serta pembagian tugas personel. Pada hari berikutnya, tim bergerak menuju Tanjung Mangguar untuk melakukan perawatan titik referensi TN.3047 yang berada di dekat garis pantai dan rawan terpapar ombak pasang. Perawatan dilakukan melalui pengecoran di sisi pantai guna memperkuat titik referensi serta pengecatan ulang. Setelah itu, patroli dilanjutkan dengan pemantauan sepanjang pesisir Tanjung Mangguar sambil mencatat berbagai temuan, baik aktivitas manusia maupun perjumpaan satwa liar sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan.
Patroli kemudian berlanjut di wilayah perairan dan pesisir Napan Yaur, termasuk pengecekan bagan milik masyarakat serta penyisiran pesisir dari Tanjung Lao-Lao hingga Kampung Napan Yaur. Kondisi ombak yang cukup tinggi membuat tim harus melakukan patroli dari atas speedboat tanpa melakukan pendaratan di beberapa titik.

Pada hari berikutnya, tim kembali menyisir kawasan Tanjung Mangguar dengan rencana melakukan pengecekan lokasi transplantasi karang tahun 2025, namun kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan karena kondisi ombak dan tingkat kecerahan air yang rendah. Di hari terakhir, tim melakukan koordinasi dengan aparat Kampung Napan Yaur dan menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan sasi adat/gereja pada tahun 2026 yang diharapkan mendapat dukungan dari BBTNTC. Kegiatan patroli bersama ini juga menjadi bagian dari upaya melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan taman nasional, sehingga kelestarian sumber daya alam tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, seperti menjaga sumber perikanan, melindungi ekosistem pesisir, serta mendukung praktik kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *