Kunjungi BBTNTC, Wamen LHK terkesan dengan Hiu Paus

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi Papua Barat, 13-15 Oktober 2021, dalam agendanya mendampingi Wakil Presiden RI. Disela-sela kunjungannya tersebut, Wamen LHK mengunjungi kantor Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) dan melakukan pembinaan pegawai.

Disambut oleh pegawai BBTNTC dengan upacara adat Injak Piring dan pengalungan Noken kepada Wamen LHK. Plt. Kepala Balai Besar TNTC, Manerep Siregar, kemudian mempersentasikan tentang kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), terutama Whale Shark Center (WSC) dan hiu paus.

Penyambutan Wamen LHK di Kantor BBTNTC

Alue Dohong mengatakan WSC merupakan million dollar business, yang mempunyai potensi besar menjadi ekowisata kelas dunia dan banyak multiplier effect. “Ini (Hiu Paus) bukan hanya aset KLHK tetapi aset bangsa yang harus dikelola dan dijaga kelestariannya”, begitu kesan Wamen LHK dengan hiu paus yang ada di TNTC.

Plt. Kepala Balai Besar memberikan presentasi dihadapan Wamen LHK

BBTNTC telah membangun WSC dan Resort Soa-Kwatisore sebagai pendukung wisata hiu paus yang telah selesai pada tahun 2020. WSC tersebut nantinya sebagai pusat penelitian hiu paus dan pemberdayaan serta peningkatan kapasitas masyarakat, sehingga kehidupan hiu paus (Rhincodon typus) sebagai spesies unggulan wisata alam dapat berlangsung secara lestari.

Kawasan TNTC kerap disebut sebagai ‘rumah’ bagi hiu paus. Kehadirannya di wilayah Teluk Cenderawasih menjadi indikasi positif yang menunjukkan wilayah ini sangat penting secara ekologi. Berdasarkan hasil kajian sejak tahun 2010 hingga saat ini tercatat sebanyak 183 individu hiu paus yang telah teridentifikasi, mayoritas berjenis kelamin jantan, 161 individu, dan betina sebanyak lima individu, 17 diantaranya belum teridentifikasi.

BBTNTC harus memanfaatkan keberadaan mitra terutama jika mitra memiliki expert untuk mengelola hiu paus. Mitra tersebut harus memiliki strategic plan, pesan Wamen LHK. Beliau juga berjanji akan kembali dan melihat secara langsung hiu paus di Kwatisore, Nabire.

Wamen LHK memberikan arahan terhadap data hiu paus di TNTC

Dalam kunjungan ini, turut hadir mendampingi Kepala Biro Perencanan, Apik Karyana, dan Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, Jefry Susyafrianto. Kepala Biro Perencanaan juga akan membantu dalam mempromosikan wisata hiu paus ini dan akan mendukung pengelolaan WCS.

Foto bersama Wamen LHK dengan pegawai BBTNTC

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.