6 Hal yang Harus Setelah Menyelam

Sebagai penyelam bersertifikat, Kita semua sudah akrab dengan persiapan sebelum menyelam. Tetapi bagaimana dengan Tindakan pencegahan setelah menyelam? Berikut yang harus Anda hindari setelah menyelam.

  1. Terbang Setelah Menyelam
    Setelah menyelam, tubuh masih mengandung sisa nitrogen yang diserap selama berada di bawah air. Jika Anda langsung terbang, perubahan tekana di kabin pesawat bisa menyebabkan nitrogen keluar dari tubuh terlalu cepat, membentuk gelembung gas yang berbahaya. Kondisi ini dikenal sebagai dekompresi atau decompression sickness (DCS).
  2. Mendaki Gunungatau Mengemudi ke Daerah Ketinggian
    Sama halnya terbang, perjalanan dengan kertinggian yang signifikan dengan tekanan Udara yang rendah nitrogen bisa membentuk gelembung gas di dalam tubuh. Efeknya sakit kepala, nyeri sendi, bahkan kondisi serius seperti kelumpuhan.
  3. Melakkan ZIplining Setelah Menyelam
    Ziplining adalah aktivitas rekreasi di mana seseorang meluncur di sepanjang kabel yang dipasang di antara dua titik, dengan menggunakan sabuk pengaman. Banyak lokasi ziplining berada di area perbukitan atau dataran tinggi, dan seperi halnya naik gunung, naik di ketinggian setelah menyelam dapat juga meningkatkan resiko dekompresi. Selain itu, ziplining melibatkan aktivitas fisik dan adrenalin tinggi yang bisa memicu peredaran nitrogen yang belum stabil di tubuh, menutupi gejala awal dekompresi karena fokus teralihkan, membuat tubuh semakin stres setelah menyelam.
  4. Pijat Jaringan Dalam Tubuh
    Pijat jaringan dalam tubuh (deep tissue massage) bisa berbahaya jika dilakukan terlalu cepat setelah diving. Karena setelah menyelam, tubuh masih mengandung sisa nitrogen terlaurut dalam jaringan dan aliran darah. Pijatan intens dapat memimicu pelepasan nitrogen terlalu cepat, mengganggu sirkulasi alami tubuh saat meghilangkan nitrogen, memperbesar risiko terbentuknya gelembung gas di jaringan otot atau pembuluh darah, yang bisa menyebabkan gejalan dekompresi (DCS).
  5. Mandi Air Panas
    Mandi air panas, berendam di jacuzzi atau sauna bisa membuat pembuluh darah melebar (vasodilatasi) dan mengganggu proses pelepasan nitrogen alami.
  6. Melakukan Olahraga
    Olahraga intens atau aktivitas fisik berat bisa meningkatkan risiko DCS karena meningkatkan sirkulasi darah dan memicu pelepasan gelembung nitrogen. COntohnya olahraga futsal/sepak b0la

Jadilah penyelam yang bertangung jawab, pahami risikonya, hindari bahanya. Yuk, edikasi diri dan komunitasmu.

Penyelam sedang melakukan monitoring karang di Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *