BBTNTC Perkuat Kapasitas Masyarakat dalam Wisata Edukasi dan Konservasi Laut
Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis konservasi. Pada 29–30 November 2025 dan 1–2 Desember 2025, berbagai kegiatan pelatihan, pembangunan sarana rehabilitasi, serta simulasi paket wisata dilaksanakan bersama kelompok masyarakat binaan di Kampung Yomakan dan Desa Isenebuai. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus kontribusi nyata dalam konservasi laut di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.
Kegiatan diawali pada 29 November 2025 dengan pelatihan Wisata Coral Adoption and Restoration Experience (CARE) yang diikuti oleh 23 anggota Kelompok Masyarakat Binaan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, yaitu Kelompok Somus, Tapapai, dan Mama Ira. Peserta mendapatkan pembekalan teknik pemanduan wisata adopsi karang, mulai dari penyambutan tamu, penyiapan peralatan selam, hingga proses pengambilan dan pengikatan fragmen karang. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi serta kesiapan masyarakat dalam memberikan layanan wisata edukasi yang aman dan informatif.
Upaya penguatan kapasitas kemudian dilanjutkan pada 30 November 2025 melalui pembuatan kebun bibit karang seluas ±6 m² sebagai sumber bibit untuk wisata CARE. Bersama masyarakat Kampung Yomakan, tim BBTNTC melakukan pengikatan fragmen pada tiga meja jaring besi dan menempatkannya di lokasi kebun bibit. Pada tahap ini, masyarakat juga terlibat dalam pengukuran awal (baseline) sebagai dasar monitoring pertumbuhan fragmen. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung restorasi terumbu karang dan pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi.
Selain penguatan kapasitas masyarakat di Yomakan, BBTNTC juga melaksanakan kegiatan konservasi satwa laut dilindungi di Desa Isenebuai pada 1 Desember 2025. Bersama Kelompok Masyarakat Pibata, dilakukan pemasangan kawat ram pada demplot penetasan penyu semi permanen. Fasilitas ini berfungsi melindungi sarang penyu dan tukik dari gangguan predator, sehingga meningkatkan keberhasilan penetasan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasliaran 20 ekor tukik penyu hijau (Chelonia mydas) hasil penyelamatan dan penetasan oleh masyarakat, memperkuat kontribusi warga dalam menjaga keberlanjutan populasi satwa laut yang dilindungi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi paket wisata CARE di Kampung Yomakan pada 2 Desember 2025. Simulasi ini mempraktikkan seluruh tahapan pemanduan wisata adopsi karang, mulai dari penyambutan wisatawan, briefing keselamatan, pengikatan fragmen, hingga penanaman di lokasi rehabilitasi. Antusiasme masyarakat terlihat jelas sepanjang kegiatan, sementara wisatawan memberikan apresiasi atas pengalaman wisata yang edukatif dan bermakna. Simulasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam mengelola wisata berbasis konservasi secara profesional dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BBTNTC menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan masyarakat sebagai mitra strategis konservasi. Penguatan kapasitas, pembangunan fasilitas rehabilitasi, dan pelibatan aktif masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendorong tumbuhnya wisata edukasi berbasis konservasi di Taman Nasional Teluk Cenderawasih.




