Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)

Sejatinya Hari peduli Sampah Nasional (HPSN) ditetapkan pada tanggal 21 Februari, namun sejak 20 Januari rangkaian acara memperingati HPSN tersebut telah dilakukan dengan membangun gerakan tiga bulan bersih sampah (TBBS).

Seperti yang diberitakan oleh Suara Pembaruan tanggal 21 Januari 2018 silam yang bertajuk HPSN 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan edukasi anak sekolah terkait pengelolaan sampah. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Walikota Bandung, dan para perwakilan pelajar SD SMP SMA, berbagai komunitas, duta lingkungan, akademisi dan dunia usaha.

Dalam acara tersebut diisi kegiatan diskusi tentang pengelolaan sampah dan peluang usaha pemanfaatan sampah daur ulang. Menteri LHK mengungkapkan bahwa saat ini sampah Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan baru 5,6 % masyarakat dapat memilah sampah, 64 % masyarakat langsung membawa sampah ke TPA. Sehingga diperlukan lebih lagi kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam berpartisipasi mengelola sampah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dibeberapa tempat di Indonesia, dalam memperingati HPSN melakukan berbagai macam aksi lingkungan, seperti bersih-bersih pantai dari sampah plastik, bersih – bersih di gunung, bersih – bersih laut dilakukan dengan menyelam untuk mengangkat sampah plastik yang disinyalir dapat mengganggu ekosistem perairan.

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih juga tidak ketinggalan dalam momentum memperingati HPSN tersebut. Pada tanggal 24 februari 2018 yang lalu, bersama komunitas Anak Air, instansi pemerintah dan swasta melakukan aksi peduli sampah dengan membersihkan Pulau Lemon dari sampah plastik. Kegiatan ini diharapkan dapat tercipta komitmen tiap-tiap komunitas agar secara bersama-sama lebih peduli dan memberi perhatian terhadap sampah, terutama plastik yang ada di pesisir pantai Manokwari.

Sampah plastik awalnya berada di darat, namun karena penanganan sampah di darat belum maksimal, akhirnya sampai ke laut terbawa air hujan, termasuk di Pulau Lemon ini.

Harapannya, dengan momentum HPSN semua pihak lebih berperan dalam mengatasi permasalahan sampah secara bersama-sama agar ekosistem kita dapat terjaga.

“Mari Sayangi Bumi, Bersihkan Dari Sampah, Bersih Bisa Kok”!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.