Sosialisasi Pemulihan Ekosistem Di Sma Kristen Anak Panah Nabire

Ada yang tahu apa itu bijak menggunakan sampah plastik? tanyaku kepada siswa-siswa SMA Kristen Anak Panah, Nabire. Serempak mereka menjawab membuat suasana Gedung serbaguna menjadi ricuh yang akhirnya membuat kami menunjuk seorang siswa untuk menjawab pertanyaan itu. “Tidak menggunakan plastik, menggunakan tas belanja, menggunakan botol minum” jawabnya dengan semangat. Ya, semua jawaban ini benar, kataku membenarkan.

Antusiasme dari 150 peserta kegiatan ini sungguh luar biasa. Keinginan mereka untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan baru membuat kegiatan ini sungguh hidup dan sangat menyenangkan.

Pemaparan materi sosialisasi

Pada kesempatan kali ini, tim Sosialisasi Pemulihan Ekosistem BPTN I Nabire, melakukan kegiatan Goes to School, di SMA Kristen Anak Panah Nabire. Kegiatan ini merupakan upaya dari Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam mengkampanyekan dan mengajak para peserta yang terlibat untuk memahami, menjaga, melindungi, mencintai dan melestarikan lingkungan yang ada disekitar kita.

Materi-materi yang disampaikan tentang kawasan konservasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan marine debrish serta bahaya yang mengintainya.

Pengembangan bina cinta alam serta penyuluhan KSDAE dan juga pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan. Adalah tugas dan fungsi organisasi Taman Nasional, dan kegiatan ini merupakan upaya kami dari Taman Nasional dalam memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada adik-adik di tingkat Sekolah Menengah Atas untuk membina dan meningkatkan kecintaan terhadap lingkungannya. Penyampaian materi menggunakan metode ceramah dan pemutaran film.

I Wayan Adi Wiryana, penyuluh SPTN I Kwatisore menjelaskan mengenai marine debrish. Sampah lau merupakan fenomena yang masih sulit untuk dikendalikan, karena begitu banyaknya sampah yang mengapung-apung di laut akibat ulah kita manusia, sehingga menyebabkan kematian hewan akibat mengkonsumsi sampah plastik.

”Hewan di laut maupun darat tidak mempunyai akal atau kemampuan untuk memilih makanan yang mau mereka makan, seperti hiu paus yang menghisap plankton di laut tanpa bisa menyisihkan sampah yang ikut terhisap ketika mencari makan, atau penyu yang mengira sampah plastik adalah ubur-ubur” kata Adi.

“Oleh karena itu, mari kita berbenah diri untuk tidak membuang sampah sembarangan, baik itu di darat maupun di laut. Selain itu kita juga harus bijak menggunakan plastik di kehidupan sehari-hari kita, seperti menggunakan tumbler, mengganti kantong plastik dengan tas kain, membawa makanan dari rumah dan masih banyak lainnnya” tambahnya.

Agar para peserta dapat tetap mengingat materi yang disampaikan, tim mengadakan kuis berhadiah melalui website quizizz.com, dan juga memberikan hadiah kepada peserta yang mampu memaparkan materi kembali apa yang disampaikan narasumber tadi.

Kegiatan ini ditutup Refly Jefry Umpel, S.S, M.Pd selaku kepala sekolah SMA Kristen Anak Panah. “Apa yang kita buang ke alam itu akan kembali lagi ke kita, jika kita merusak maka kita juga akan terkena imbasnya. Mari kita jaga alam kita, lingkungan kita mulai dari sekarang untuk masa depan yang lebih baik“, pesan Refly.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru kepada para peserta, selain itu juga dapat  memotivasi para peserta agar mereka memiliki semangat dan karakter untuk memahami alam, melestarikan lingkungan dan bersahabat dengan alam.

Oleh : Rolf Geffken Situmeang/ Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.